Jelajahi
Kelurahan Bulusidokare
Peta interaktif untuk menjelajahi wilayah Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Mengenal Bulusidokare
Kelurahan Bulusidokare terletak di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berada pada koordinat 7°27′37″ LS dan 112°43′27″ BT, wilayah ini menyimpan lapisan sejarah "Sidokare" kuno—nama asli kawasan Sidoarjo sebelum era kolonial Belanda.
Lokasi Strategis
Berjarak hanya 2 km dari Alun-Alun Sidoarjo, sebagai penyangga ring satu pusat pemerintahan dengan akses mudah ke fasilitas publik.
Komunitas Aktif
Masyarakat yang dinamis dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang rutin diselenggarakan.
Infrastruktur Modern
Dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, dan sarana umum yang memadai untuk mendukung kualitas hidup warga.
Lingkungan Asri
Kawasan hijau dan taman yang terjaga membuat lingkungan tetap sejuk dan nyaman untuk ditinggali.
Jejak Sejarah Kami
Menelusuri etimologi dan sejarah Kelurahan Bulusidokare, dari hutan purba hingga menjadi bagian integral Kota Sidoarjo.
Asal Nama "Bulusidokare"
Nama "Bulusidokare" berasal dari deskripsi vegetasi dominan di masa pembukaan lahan (babat alas). Merujuk pada "Pohon Cuncung Belut" atau tanaman merambat berbulu lebat yang tumbuh melilit pepohonan besar di hutan belantara. Interpretasi lain mengaitkan kata "Bulu" dengan pohon Bulu (Ficus annulata) yang sering dianggap keramat.
Relasi dengan "Sidokare"
Sebelum nama "Sidoarjo" diresmikan pada 1859, seluruh wilayah kabupaten dikenal sebagai Sidokare. "Sido" berarti "jadi/terlaksana" dan "Kare" berarti "tertinggal/sisa". Bulusidokare adalah ekstensi dari pemukiman kuno Sidokare yang meluas ke arah hutan di tenggara.
Peresmian Sidoarjo
Pada masa kolonial Belanda, nama "Sidokare" diubah menjadi "Sidoarjo". R. Djojohardjo, patih yang berdomisili di Pucang Anom (berbatasan langsung dengan Bulusidokare), menjadi saksi transisi nama ini. Fakta bahwa nama "Sidokare" diabadikan dalam dua kelurahan menandakan area ini sebagai nukleus pemukiman awal.
Warisan Sosio-Religius
Situs bersejarah yang menjadi pusat interaksi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat Bulusidokare.
Makam Mbah Sayid
Habib Abdurrahman bin Alwi Bafaqih
Situs makam keramat yang diyakini sebagai ulama penyebar Islam perantauan dari Pontianak, Kalimantan yang memiliki garis keturunan langsung ke Rasulullah SAW. Ditemukan kembali pada tahun 1967 oleh KH. Ali Mas'ud (Mbah Ud).
Masjid Nurul Ghina
Benteng Perjuangan & Pendidikan
Didirikan tahun 1920-1926 oleh KH. Abdul Ghani (Rifai). Nama diambil dari gabungan nama pemilik tanah wakaf (H. Nur) dan pendirinya (Ghani). Masjid ini menjadi basis spiritual Tentara Hizbullah pada masa revolusi kemerdekaan.
Peta yang Mudah Digunakan
Berbagai fitur canggih untuk mempermudah eksplorasi dan pengelolaan data geografis Kelurahan Bulusidokare.
Peta Interaktif
Jelajahi wilayah dengan peta yang dapat diperbesar, digeser, dan diklik untuk informasi detail.
Multi Layer
Tampilkan berbagai layer informasi seperti batas wilayah, jalan, dan fasilitas umum.
Filter Kategori
Saring lokasi berdasarkan kategori untuk menemukan tempat yang Anda cari dengan mudah.
Tambah Lokasi
Admin dapat menambahkan lokasi baru dengan klik langsung pada peta interaktif.
Unduh Peta
Simpan tampilan peta sebagai gambar untuk dokumentasi atau presentasi.
Bagikan Lokasi
Bagikan koordinat lokasi dengan mudah melalui tautan atau media sosial.
Jelajahi Wilayah Kami
Temukan berbagai lokasi penting di Kelurahan Bulusidokare melalui peta interaktif di bawah ini.